Internet bagi kami para remaja…. I Think We have the same opinion…

Aaarrgggh… Kebutuhan akan internet sekarang semakin tidak terhindarkan. Apalagi ditambah dengan kebutuhan pencarian informasi dengan cepat dan mudah. Sebagai remaja, yang mungkin sebagian remaja juga sama dengan saya, yang memanfaatkan internet sebagai sumber informasi juga sebagai ajang hiburan yang cukup menarik. Misalnya Chatting, Friendster, Facebook, Video Streaming, Download MP3 Gratis, dan masih banyak lagi hal yang dapat dilakukan di internet. Dan tentu tidak dapat dipungkiri pula semua kemudahan dan kebebasan inilah juga ada sisi negatifnya. Misalnya konten-konten yang berbau pornografi, SARA, dan hal-negatif lainnya yang tidak bisa dicegah. Hanya kesadaran dirilah yang dapat memfilter semua itu untuk kebaikan individu masing-masing, Memang tidak dipungkiri bahwa memang hal-hal yang negatif seperti itulah yang membuat kami para remaja ingin belajar tentang apa itu internet. Kami para remaja memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi. Kami cenderung lebih tertarik pada hal-hal yang sebenarnya dilarang. Tidak bisa disalahkan pula kalau kami mempunyai rasa keingin tahuan dan ingin melakukan hal-hal yang mungkin tidak sesuai norma dan aturan- aturan yang ada. Tapi kami tahu apa yang harus kami lakukan. Seiring dengan kedewasaan kami semakin kamu tahu apa yang kami perlukan. Tidak sekadar JUST4 FUN, tapi semua untuk kebaikan kami dan pencarian jati diri kami yang sebenarnya. Ditulis oleh : Olgaalvianto (The Solotechnocity Founder)

9 Comments to “Internet bagi kami para remaja…. I Think We have the same opinion…”

  1. siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiipppppppppp lah…..

  2. kebutuhan internet sekarang saatlah penting, semua permasalah kita mudah dan cepat. kita slalu tanya pada Mbah google… he he he he he he he he he he he he

  3. bagguss johnn…
    tinggkad.kand….
    xg paling appig xg ibuu kkuii lhuuu…dalem banged ugg….
    thanxs….

  4. Saya pikir mendampingi dan membimbing generasi muda tidak dapat berjalan secepat penetrasi internet yang luar biasa di Indonesia. Saat ini, bimbingan moralitas hanya bisa dijadikan penanganan sekunder, karena kondisi sudah dalam keadaan urgen. Sehingga proteksi mendasar, sangatlah penting. Saya pikir, tidak begitu remaja akan melakukan penolakan keras jika konten-konten porno dan kekerasan di filter, tanpa mengurangi hak mereka. Hal yang sama pada rokok dan minuman keras yang tidak boleh dibeli oleh anak-anak. Begitu juga narkoba. Memproteksi narkoba saya pikir semestinya remaja tidak menolak. Jika ada yang menolak, bukankah mentalitas generasi sudah “terjun” begitu dalam?
    Dalam berbagai kesempatan, saya cukup konsen dengan hal ini, terkait bahwa Indonesia menjadi negara ke-7 terbesar pengakses situs porno. Kenakalan remaja dan hedonisme juga meningkat pesat.
    Jika penerapan proteksi sudah mantap (beberapa tahun mendatang), maka prioritas utama (primer bukan lagi sekunder) adalah seperti Anda sebutkan yakni pendampingan dan bimbingan.
    Negara China telah melakukan tindakan mendesak seperti itu pada bulan Januari 2009.

    • Coba anda lihat beberapa waktu yang lalu, tentang proteksi terhadap youtube dan rapidshare serta situs2 file sharing lainnya. Gejolak begitu besar muncul di dunia maya, mulai dari cara membypass proteksi tersebut dengan proxy atau cara lain, penyerangan DDoS dan defacing ke server pemerintah terutama di website Menkominfo yang berisi protes terhadap hal ini serta masih banyak cerita2 tentang penolakan terhadap peraturan ini dan Pemerintah terkesan pasrah terhadap semua yang terjadi ini.
      Mungkin hal yang Anda sebutkan tadi bisa diterapkan di China, hal ini juga bergantung pada pola pikir masing2, Masyarakat indonesia dan china memiliki pola pikir yang berbeda. Mungkin di china bisa langsung menerima hal itu, tapi kita sudah lihat fenomena yang terjadi di Indonesia. Coba kita bandingkan tentang pertandingan sepakbola di Indonesia dan di Inggris atau di negara lain. Sama2 main bola, tapi tingkah para suporternya yang berbeda, di Inggris mereka bisa berjalan lancar, tapi kalau di Indonesia kalau ada yang kalah malah bentrok, ricuh dll. Itu sangat mencerminkan sifat primitifisme yang lebih menekankan adu fisik dan pemberontakan secara langsung apabila ada yang tidak sesuai dengan kehendak mereka. Coba Anda lihat Roy Suryo yang telah negatif thinking dengan para komunitas blogger, mereka tidak diam begitu saja, di dunia maya Roy Suryo begitu dihujat, dicaci maki, bahkan menjadi musuh para blogger dan komunitas maya lainnya. Seperti banyaknya situs2 yang di deface dengan menampilkan gambar atau tulisan yang menyindir roy suryo. Thx to nusantaraku

  5. Karena remaja adalah aset bangsa, maka perlu adanya gerakan moral untuk mendesak regulator yakni pemerintah untuk memproteksi konten-konten porno, kekerasan, dan tidak mendidik dari jangkauan anak-anak dan generasi muda.
    Semoga kehadiran internet dapat membawa dampak positif, bukan sebaliknya.

    • Tapi untuk mendesak pemerintah untuk melakukan proyeksi bukan tindakan yang mendidik, hal itu malah membuat para remaja memberontak. Itulah fase remaja yaitu sifat memberontak dan keinginan untuk menemukan jati diri sangat besar. Jadi dampingi mereka dan bimbing ke arah yang baik. Hal ini mungkin sangat perlahan efeknya tapi PASTI. Thx To Nusantaraku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: